RESUME STATUS GIZI PADA ANAK
Secara umum gizi merupakan aspek yang penting dalam masa
pertumbuhan dan perkembangan pada bayi sampai anak-anak. Gizi juga memiliki
keterkaitan dengan kesehatan dan kecerdasan yang dimiliki anak. Gizi yang
terpenuhi ditunjukkan dengan adanya keseimbangan antara kebutuhan dan masuknya
nutrisi pada tubuh. Nutrisi didapatkan dari berbagai macam makanan seperti
karbohidrat, sayur, buah dan susu. Anak dengan gizi yang tercukupi akan
memiliki status gizi yang baik dibandingkan anak yang kelebihan maupun
kekurangan sumber gizi. Status gizi dapat dibagi menjadi 3 yaitu status gizi
buruk, kurang, baik dan lebih. Untuk menentukan status gizi dapat menggunakan
z-score yang berguna untuk meneliti dan memantau pertumbuhan serta klasifikasi
status gizi.
Secara umum pertumbuhan dan perkembangan anak dapat diukur
dengan antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang
gizi, maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran
dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.
Antropometri digunakan untukmelihat ketidakseimbangan asupan protein dan
energi.
Saat bayi usia 0-6 bulan maka sumber gizi diperoleh dari ASI. ASI
merupakan makanan bayi yang paling sempurna, berisi semua nutrien dalam
perbandingan ideal yang dibutuhkan oleh bayi. Hal ini bisa disebabkan karena
ASI eksklusif tanpa makanan pendamping lain telah cukup memenuhi kebutuhan
tumbuh kembang bayi dalam enam bulan pertama setelah dilahirkan, tanpa bayi
diberi tambahan lain seperti air putih, teh, madu, buah-buahan, maupun makanan
tambahan seperti bubur susu atau bubur saring dan sebagainya, sampai usia bayi
6 bulan. Setelah mendapatkan ASI ekslusif selama 6 bulan maka bayi bisa
diberikan makanan pendamping ASI karena bayi sudah siap untuk mencerna makanan.
Makanan pendamping ASI ini diberikan untuk melengkapi ASI karena seiring
pertumbuhan bayi akan lebih banyak membutuhkan sumber gizi untuk segala
aktifitas dan pertumbuhan. Idealnya harus diberikan ASI selama 24 bulan. Bayi
yang diberikan makanan pendamping lebih dari 3 kali sehari memiliki kecukupan
gizi yang baik dibandingkan dengan bayi yang diberikan kurang dari 3 kali
makanan pendamping ASI. Pemahaman yang kurang juga bisa mengakibatkan buruknya
status gizi pada bayi
Masa balita merupakan masa transisi bayi untuk mulai
mengkonsumsi makanan untuk orang dewasa dengan makanan untuk bayi. Pada masa
ini, balita sangat rentan terhadap gangguan kesehatan dan gizi karena status
imunitas dan psikologis anak masih bergantung kepada orang dewasa terutama ibu.
Perilaku orangtua terutama ibu merupakan cermin yang akan diikuti oleh anak.
Contohnya ketika orangtua mengajarkan anak untuk makan sayur tetapi orangtuanya
tidak makan sayur maka hal tersebut juga akan diikuti oleh anak. Maka orang tua
harus dapat menjadi panutan bagi anak. Semakin baik pola makan yang diterapkan orang
tua pada anak semakin meningkat status gizi anak tersebut. Pola makan yang baik
dan teratur perlu diperkenalkan sejak dini, antara lain dengan perkenalan
jam-jam makan dan variasi makanan dapat membantu mengkoordinasikan kebutuhan
akan polamakan sehat pada anak.
Selanjutnya, frekuensi makan pada anak juga dapat mempengaruhi
status gizi pada anak. Normalnya anak pada usia pertumbuhan memerlukan 5 kali
waktu makan yaitu makan pagi (sarapan), makan siang, makan malam dan 2 kali
makan selingan. Kebiasaan anak untuk makan akan mempengaruhi perkembangan dan
status gizi pada anak. Pola makan yang sehat dan bergizi juga dapat mempengaruhi
pertumbuhan motorik pada anak. Pola makan yang sehat meliputi jenis makanan
bergizi, frekuensi makan serta porsi makan yang dikonsumsi anak. Selain itu pola makan dan status gizi
pada anak juga dipengaruhi oleh status pendidikan orangtua terutama ibu. Ibu
yang mempunyai banyak pengetahuan tentang gizi akan lebih memperhatikan asupan
yang diterima oleh anaknya. Demikian pula dengan ibu yang sering berada dirumah
maka akan lebih bisa mengontrol asupan gizi yang diterima oleh anak. Ketidaktahuan
ibu tentang gizi dan pola makan yang baik bisa berisiko terhadap buruknya
status gizi anak.
Kesimpulannya adalah status gizi yang baik pada anak
dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan yang baik, frekuensi makan
dan pengetahuan ibu tentang makanan bergizi. Dengan pemenuhan kebutuhan gizi
yang seimbang maka anak akan memiliki badan yang sehat dan terhindar dari
banyak macam penyakit. Status gizi yang baik akan menunjang pertumbuhan anak
secara fisik maupun psikososial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar