Senin, 09 November 2015

TUGAS TEKNOLOGI INFORMASI



RESUME STATUS GIZI PADA ANAK


Secara umum gizi merupakan aspek yang penting dalam masa pertumbuhan dan perkembangan pada bayi sampai anak-anak. Gizi juga memiliki keterkaitan dengan kesehatan dan kecerdasan yang dimiliki anak. Gizi yang terpenuhi ditunjukkan dengan adanya keseimbangan antara kebutuhan dan masuknya nutrisi pada tubuh. Nutrisi didapatkan dari berbagai macam makanan seperti karbohidrat, sayur, buah dan susu. Anak dengan gizi yang tercukupi akan memiliki status gizi yang baik dibandingkan anak yang kelebihan maupun kekurangan sumber gizi. Status gizi dapat dibagi menjadi 3 yaitu status gizi buruk, kurang, baik dan lebih. Untuk menentukan status gizi dapat menggunakan z-score yang berguna untuk meneliti dan memantau pertumbuhan serta klasifikasi status gizi.
Secara umum pertumbuhan dan perkembangan anak dapat diukur dengan antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang gizi, maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Antropometri digunakan untukmelihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi.
Saat bayi usia 0-6 bulan maka sumber gizi diperoleh dari ASI. ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, berisi semua nutrien dalam perbandingan ideal yang dibutuhkan oleh bayi. Hal ini bisa disebabkan karena ASI eksklusif tanpa makanan pendamping lain telah cukup memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi dalam enam bulan pertama setelah dilahirkan, tanpa bayi diberi tambahan lain seperti air putih, teh, madu, buah-buahan, maupun makanan tambahan seperti bubur susu atau bubur saring dan sebagainya, sampai usia bayi 6 bulan. Setelah mendapatkan ASI ekslusif selama 6 bulan maka bayi bisa diberikan makanan pendamping ASI karena bayi sudah siap untuk mencerna makanan. Makanan pendamping ASI ini diberikan untuk melengkapi ASI karena seiring pertumbuhan bayi akan lebih banyak membutuhkan sumber gizi untuk segala aktifitas dan pertumbuhan. Idealnya harus diberikan ASI selama 24 bulan. Bayi yang diberikan makanan pendamping lebih dari 3 kali sehari memiliki kecukupan gizi yang baik dibandingkan dengan bayi yang diberikan kurang dari 3 kali makanan pendamping ASI. Pemahaman yang kurang juga bisa mengakibatkan buruknya status gizi pada bayi
Masa balita merupakan masa transisi bayi untuk mulai mengkonsumsi makanan untuk orang dewasa dengan makanan untuk bayi. Pada masa ini, balita sangat rentan terhadap gangguan kesehatan dan gizi karena status imunitas dan psikologis anak masih bergantung kepada orang dewasa terutama ibu. Perilaku orangtua terutama ibu merupakan cermin yang akan diikuti oleh anak. Contohnya ketika orangtua mengajarkan anak untuk makan sayur tetapi orangtuanya tidak makan sayur maka hal tersebut juga akan diikuti oleh anak. Maka orang tua harus dapat menjadi panutan bagi anak. Semakin baik pola makan yang diterapkan orang tua pada anak semakin meningkat status gizi anak tersebut. Pola makan yang baik dan teratur perlu diperkenalkan sejak dini, antara lain dengan perkenalan jam-jam makan dan variasi makanan dapat membantu mengkoordinasikan kebutuhan akan polamakan sehat pada anak.
Selanjutnya, frekuensi makan pada anak juga dapat mempengaruhi status gizi pada anak. Normalnya anak pada usia pertumbuhan memerlukan 5 kali waktu makan yaitu makan pagi (sarapan), makan siang, makan malam dan 2 kali makan selingan. Kebiasaan anak untuk makan akan mempengaruhi perkembangan dan status gizi pada anak. Pola makan yang sehat dan bergizi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan motorik pada anak. Pola makan yang sehat meliputi jenis makanan bergizi, frekuensi makan serta porsi makan yang dikonsumsi anak.        Selain itu pola makan dan status gizi pada anak juga dipengaruhi oleh status pendidikan orangtua terutama ibu. Ibu yang mempunyai banyak pengetahuan tentang gizi akan lebih memperhatikan asupan yang diterima oleh anaknya. Demikian pula dengan ibu yang sering berada dirumah maka akan lebih bisa mengontrol asupan gizi yang diterima oleh anak. Ketidaktahuan ibu tentang gizi dan pola makan yang baik bisa berisiko terhadap buruknya status gizi anak.
Kesimpulannya adalah status gizi yang baik pada anak dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan yang baik, frekuensi makan dan pengetahuan ibu tentang makanan bergizi. Dengan pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang maka anak akan memiliki badan yang sehat dan terhindar dari banyak macam penyakit. Status gizi yang baik akan menunjang pertumbuhan anak secara fisik maupun psikososial.